Pengenalan Produk Ferrous Sulphate
Sulfat besi adalah zat anorganik dengan rumus kimia FeSO₄. Zat ini berupa bubuk putih tanpa bau. Hidrat kristalnya pada suhu kamar adalah heptahidrat, umumnya dikenal sebagai "Lüfan" (vitriol hijau), yaitu kristal hijau muda. Sulfat besi mengalami pelapukan di udara kering, dan permukaannya teroksidasi menjadi sulfat besi(III) basa berwarna coklat di udara lembab. Pada suhu 56,6℃ akan membentuk tetrahidrat, dan pada 65℃ menjadi monohidrat. Sulfat besi larut dalam air dan hampir tidak larut dalam etanol. Larutan airnya teroksidasi perlahan di udara saat dingin, lebih cepat saat panas. Penambahan alkali atau paparan cahaya dapat mempercepat oksidasinya. Kerapatan relatif (d15) adalah 1,897. Bersifat iritatif. Sulfat besi dapat digunakan sebagai reagen analisis kromatografi dan reagen uji tetes untuk menentukan platinum, selenium, nitrit, dan nitrat. Juga dapat digunakan sebagai agen pereduksi, dalam pembuatan ferit, pemurnian air, katalis polimerisasi, foto-ukir, dll.
I. Sifat-sifat
Berupa kristal monoklin atau butiran berwarna biru-hijau tanpa bau.
Kerapatan relatifnya 1,898, titik leleh 64℃.
Larut dalam air (48,6g/100mL air pada 50℃), sedikit larut dalam alkohol, dan larut dalam metanol anhidrat.
Kehilangan 6 molekul air kristal pada suhu 64–90℃, dan kehilangan seluruh air kristal saat dipanaskan hingga 300℃ membentuk zat anhidrat.
Pada suhu merah membara, terurai membentuk besi(III) oksida serta melepaskan sulfur dioksida dan sulfur trioksida.
Bersifat korosif dan akan mengalami pelapukan di udara kering. Mudah teroksidasi oleh udara lembab.
II. Metode Pembuatan
Metode Asam Sulfat: Campurkan asam sulfat dengan larutan induk, panaskan hingga 80℃ menggunakan uap, larutkan serbuk besi bekas dalam larutan reaksi. Larutan sulfat besi yang sedikit bersifat asam hasil reaksi disaring untuk menghilangkan kotoran, kemudian didinginkan agar mengkristal dan dikeringkan secara sentrifugal untuk mendapatkan sulfat besi.
Metode Produk Sampingan Titanium Dioksida: Sulfat besi produk sampingan dari produksi titanium dioksida melalui dekomposisi ilmenit menggunakan asam sulfat, setelah melalui proses pengendapan, pembekuan, dan pemisahan, dilakukan rekristalisasi dan pemurnian untuk menghasilkan produk akhir sulfat besi.
III. Kegunaan
Dalam pertanian, dapat digunakan sebagai pestisida untuk mengendalikan jamur karat pada gandum, keropeng pada apel dan pir, serta busuk pada pohon buah-buahan; juga dapat digunakan sebagai pupuk untuk menghilangkan lumut dan liken pada batang pohon. Merupakan bahan baku untuk pembuatan oksida besi magnetik, oksida besi merah, pigmen anorganik biru besi, katalis besi, serta poli sulfat besi. Dalam bidang medis, digunakan sebagai astringen lokal dan hematinik. Selain itu, digunakan sebagai reagen analisis kromatografi, dll. Grade pangan digunakan sebagai suplemen nutrisi, seperti fortifikasi zat besi dan penambah warna buah dan sayuran. Sulfat besi grade pakan digunakan sebagai suplemen zat besi dalam pengolahan pakan.
IV. Keamanan
Kemasan bisa berupa tas plastik polietilen, karung jerami, atau karung plastik anyaman, dengan berat bersih 20kg atau 50kg per kantong. Harus disimpan di gudang kering untuk mencegah pelapukan; penyimpanan jangka panjang akan mengubah warnanya menjadi kuning (teroksidasi menjadi besi(III) oleh udara). Saat pengangkutan, hindari hujan, sinar matahari langsung, dan kelembaban, serta tidak boleh dicampur dengan zat berbahaya atau beracun untuk mencegah kontaminasi. Jika terjadi kebakaran, padamkan api dengan air dan alat pemadam kebakaran.
Kami membangun platform internet global untuk industri bahan pertanian, dengan cermat memilih dan menghubungkan ratusan pemasok tepercaya dengan permintaan pengadaan besar. Kami berkomitmen menghilangkan hambatan informasi, mengoptimalkan efisiensi rantai pasok, mengurangi biaya transaksi, serta memberdayakan pertanian berbasis sains. Baik Anda produsen bahan pertanian, distributor, maupun petani skala besar,FDD - Globaldapat membantu Anda meraih peluang bisnis dan menjadi platform terpercaya untuk pengurangan biaya, peningkatan efisiensi, dan peningkatan pendapatan.

