Pengenalan produk Ferric klorida
Ferric chloride (FeCl₃) adalah senyawa anorganik, dan rumus kimianya menunjukkan hubungan proporsional antara atom besi dan atom klorin. Zat ini dapat berada dalam bentuk cair dan padat, dengan warna mulai dari coklat tua hingga coklat kekuningan. Bentuk padatnya mirip dengan karat. Larutan ferric chloride bersifat asam, dan bentuk padatnya mudah larut dalam air, melepaskan sejumlah besar panas selama pelarutan untuk membentuk larutan asam.

I. Persiapan
Produk padat dipersiapkan dengan metode klorinasi, metode reaksi campuran eutektik, dan metode produk sampingan titanium tetrachloride, sedangkan produk cair dipersiapkan dengan metode asam klorida dan metode klorinasi satu langkah.
Masukkan larutan pencuci asam yang mengandung besi atau limbah asam klorida ke dalam perangkat reaktor, tambahkan serbuk besi atau serutan besi secara bersamaan. Energi panas yang dihasilkan oleh reaksi eksotermis antara asam dan besi memanaskan bahan awal. Kemudian tambahkan katalis dan masukkan oksigen, serta nyalakan pompa sirkulasi untuk mensirkulasikan larutan reaksi selama 3 - 5 jam hingga reaksi polimerisasi selesai. Pindahkan larutan reaksi ke tangki pengendapan untuk pengendapan atau pisahkan dan perkaya produk dengan penyaringan. Metode produksi polyferric chloride dengan menggunakan larutan pencuci asam yang mengandung besi atau limbah asam klorida mengurangi biaya produksi dan mewujudkan pemanfaatan sumber daya limbah secara menyeluruh.
Metode Klorinasi
Dengan serutan besi bekas dan gas klorin sebagai bahan baku, reaksi dilakukan dalam tungku reaksi vertikal. Uap ferric chloride yang dihasilkan dan gas buangan dikeluarkan dari bagian atas tungku dan masuk ke perangkap untuk dikondensasi menjadi kristal padat, yang merupakan produk jadi. Gas buangan mengandung sejumlah kecil ferric chloride bebas yang tidak bereaksi. Gas klorin diserap oleh larutan ferrous chloride untuk mendapatkan larutan ferric chloride sebagai produk sampingan. Selama produksi, uap ferric chloride menghasilkan panas yang intens saat bersentuhan dengan kelembaban di udara dan melepaskan gas asam klorida. Oleh karena itu, pipa dan peralatan harus tertutup rapat. Seluruh sistem beroperasi di bawah tekanan negatif.
Metode Reaksi Campuran Eutektik (Metode Peleburan)
Dalam reaktor dengan lapisan tahan asam, serutan besi dan gas klorin kering bereaksi dalam campuran eutektik ferrous chloride dan potassium chloride atau sodium chloride (misalnya, 70% FeCl₃ dan 30% KCl). Ferric chloride terbentuk dan menyublim, kemudian dikumpulkan di ruang kondensasi. Ferric chloride yang dipersiapkan dengan metode ini memiliki kemurnian tinggi.
Metode Sintesis Larutan Ferric Chloride
Larutkan serutan besi dalam asam klorida untuk pertama kali menghasilkan ferrous chloride, kemudian masukkan gas klorin untuk mengoksidasi menjadi ferric chloride.
Dinginkan larutan ferric chloride yang terkonsentrasi untuk menghasilkan kristal heksahidrat ferric chloride.
Metode Dekomposisi Ganda
Reaksikan oksida besi dengan asam klorida dan kristalkan untuk mendapatkan produk jadi ferric chloride.
II. Penggunaan
Ini terutama digunakan untuk etsa logam dan pengolahan air limbah. Di antaranya, etsa mencakup etsa tembaga, baja tahan karat, aluminium, dan bahan lainnya. Untuk pengolahan air baku dengan kandungan minyak rendah, ini memiliki keunggulan efek yang baik dan harga rendah, tetapi memiliki kelemahan menyebabkan air berubah menjadi kuning. Ini juga digunakan dalam pengukiran rol pencetakan dan pencelupan, papan sirkuit industri elektronik, dan produksi tabung digital fluoresen. Dalam industri konstruksi, ini digunakan untuk mempersiapkan beton guna meningkatkan kekuatan, ketahanan korosi, dan ketahanan air beton.
Ini juga dapat diformulasikan dengan ferrous chloride, calcium chloride, aluminium chloride, aluminium sulfate, asam klorida, dll. menjadi agen tahan air beton. Dalam industri anorganik, ini digunakan untuk memproduksi garam besi lainnya dan tinta. Dalam industri pewarna, ini digunakan sebagai oksidator dalam pencelupan pewarna Indigosol. Dalam industri pencetakan dan pencelupan, ini digunakan sebagai mordan. Dalam industri metalurgi, ini digunakan sebagai agen pelindian klorinasi untuk mengekstraksi emas dan perak. Dalam industri organik, ini digunakan sebagai katalis, oksidator, dan agen klorinasi. Dalam industri kaca, ini digunakan sebagai pewarna dalam keadaan panas untuk peralatan kaca. Dalam industri sabun, ini digunakan sebagai koagulan untuk memulihkan gliserin dari limbah cair sabun.
Penggunaan penting lainnya dari ferric chloride adalah etsa perangkat keras. Produk yang dietsa meliputi: bingkai kacamata, jam, komponen elektronik, papan nama.
Teknologi memberdayakan, menghubungkan masa depan input pertanian global. Sebagai platform internet industri input pertanian terkemuka, kami menggunakan kekuatan digital untuk menghubungkan produsen inti, distributor berkualitas tinggi, dan terminal penanaman skala besar, membentuk kembali ekosistem sirkulasi input pertanian yang transparan, efisien, dan cerdas. Dari benih dan pupuk hingga mesin perlindungan tanaman, dari pencocokan yang tepat hingga wawasan data, pilih FDD - Global untuk bersama-sama mempromosikan peningkatan industri input pertanian dan pertanian berkelanjutan.
